English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
"PANCASILA" merupakan sumber dari segala sumber hukum negara. "UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945" merupakan hukum dasar dalam Peraturan Perundang-undangan. "NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA" merupakan konsensus dalam mewujudkan perjuangan bangsa Indonesia yang bersatu. "BHINNEKA TUNGGAL IKA" merupakan solusi dari kemajemukan bangsa.

Selasa, 15 Januari 2013

PERAN WIDYAISWARA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PROSES PEMBELAJARAN PADA LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEMERINTAH



PERAN WIDYAISWARA DALAM
MENINGKATKAN  KUALITAS PROSES PEMBELAJARAN
PADA LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEMERINTAH
Oleh
Wahardi
(Widyaiswara Muda Pada Pusdiklat Menpim Mahkamah Agung RI)

A.     LATAR BELAKANG
Lembaga Diklat Pemerintah adalah satuan organisasi pada Departemen Lembaga Pemerintah Nondepartemen, Kesekretariatan Lembaga Tertinggi, Tinggi Negara dan Perangkat Pemerintah Daerah yang bertugas melakukan pengelolaan Diklat;
Pengelolaan Diklat merupakan proses kegiatan berupa perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian monitoring dan evaluasi guna meningkatkan kompetensi/kemampuan PNS dalam suatu jabatan untuk menyelenggarakaan pemerintahan dan pembangunan secara efisien dan efektif (peserta Dikat).
Peningkatan kompetensi peserta diklat baik (knowledge, attitude dan skill) akan terwujud manakala  penyelenggaraan kegiatan Diklat terutama  dalam proses pembelajaran terlaksana secara  efektif dan efisien. Sebab  melalui proses pembelajaran inilah transfer dan transform  pengetahuan yang berimplikasi pada perubahan  prilaku dilakukan. Suparman (2001) mengutip pendapat Gagne mengatakan Pembelajaran  adalah suatu sistem dimana komponen-komponen yang terdapat didalamnya saling berinteraksi, berinterelasi dan bersinergi dalam mencai tujuan yang telah ditetapkan.
Sinergitas seluruh komponen yang ada dalam proses pembelajaran akan mewujudkan pembelajaran yang berkualitas artinya  kualitas pembelajaran baru dapat direalisasikan apabila adanya interaksi, interelasi dan sinergi antar komponen-komponen pembelajaran yang meliputi peserta diklat, materi diklat dan widyaiswara.
Widyaiswara sebagai tenaga pendidik memiliki peran dan fungsi yang sangat menentukan kualitas setiap kegiatan  Pendidikan dan Latihan (Diklat). “Widyaiswara tidak hanya berfungsi mengajar, mendidik dan melatih dalam arti sempit namun ia juga berfungsi sebagai fasilitator, moderator, konsultan, dinamisator, inspirator, peneliti dan bahkan harus mampu sebagai pemimpin dan pengayom serta pelayan,”. Dengan kata lain widyaiswara memiliki peran sangat penting dalam mewujudkan kualitas pembelajaran  pada suatu diklat. Sementara kualitas pembelajaran merupakan sebagai penentu dari kualitas pendidikan.
Mencermati  hal di atas maka penulis bermaksud membahas  bagaimana meningkatkan kualitas pembelajaran pada lembaga pendidikan dengan  judul: “Peran Widyaiswara dalam Upaya meningkatkan Kualitas Pembelajaaran Pada Lembaga Diklat Pemerintah”.

B.     MASALAH
Berdasarkan latarbelakang yang telah diuraikan di atas maka  yang menjadi  masalah pada tulisan ini adalah ;
1.    Bagaimanakah Cara meningkatkan Kualitas Pembelajaran pada Lembaga Diklat Pemerintah ?
2.    Apa Peran Widyaiswara dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran pada Lembaga Diklat Pemerintah ?
C.    TUJUAN
Secara Khusus dari pembahasan masalah dalam tulisan ini bertujuan untuk mengetahui :
1.    Cara meningkatkn kualitas pembelajaran pada Lembaga Diklat Pemerintah;
2.    Peran Widyaiswara dalam Meningkatkan kualitas pembelajaran pada Lembaga Diklat Pemerintah

D.    LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN
1.    Lembaga Diklat Pemerintah
Lembaga Diklat Pemerintah adalah satuan organisasi pada Departemen Lembaga Pemerintah Nondepartemen, Kesekretariatan Lembaga Tertinggi, Tinggi Negara dan Perangkat Pemerintah Daerah yang bertugas melakukan pengelolaan Diklat;
Pengelolaan Diklat merupakan proses kegiatan berupa perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian monitoring dan evaluasi dengan tujuan untuk  meningkatkan kompetensi/ kemampuan PNS.
Tujuan tersebut akan terwujud apabila  fungsi-fungsi  menejemen diklat  (POAC) berjalan secara integral dan holistik sehingga  kegiatan pendidikan dan pelatihan dapat direncanakan,  dilaksanakan dan dikendalikan secara efektif dan efisien oleh seluruh  pemangku kebijakan baik pejabat struktural, fungsional dan staf  lembaga diklat.
Pada setiap lembaga  pendidikan dan pelatihan sekurang-kurangnya  terdapat dua bagian utama yang terkait dalam pengelolaan diklat yaitu;
a.    Bagian Program dan Evaluasi
Tugas dan fungsi bagian Program dan Evaluasi adalah ; membuat perencanaan kegiatan diklat, menyusun kurikulum, melaksanakan evaluasi.
b.    Bagian Penyelenggaraan Diklat
Bagian penyelenggara  bertugas sebagai penanggungjawa terselenggaranya kegiatan diklat mulai dari persiapan, pelaksanaan dan pengendalian.





2.    Tugas dan Fungsi Widyaiswara
Jabatan Fungsional Widyaiswara adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang mendidik, mengajar dan/atau melatih Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Lembaga Diklat Pemerintah, yang diduduki oleh PNS dengan hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang;
Widyaiswara adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk mendidik, mengajar dan/atau melatih PNS pada Lembaga Diklat Pemerintah;
           Berdasarkan permenpan nomor 14 tahun 2009  salah satu  kegiatan widyaiswara adalah melaksanakkan kegiatan dan pelaksanaan pengembangan diklat yang meliputi :
a.    penganalisisan kebutuhan Diklat;
b.    penyusunan kurikulum Diklat;
c.    penyusunan bahan Diklat sesuai spesialisasinya;
d.    pelaksanaan tatap muka di depan kelas Diklat sesuai spesialisasinya;
e.    pemeriksaan ujian Diklat sesuai spesialisasinya;
f.     pembimbingan peserta Diklat pada Diklat Struktural sesuai spesialisasinya;
g.    pengelolaan program Diklat di instansinya; dan
h.    pengevaluasian program Diklat.

3.    Hakikat Pembelajaran
Dalam keseluruhan proses pendidikan, pembelajaran merupakan aktivitas  yang paling utama.  Ini berarti bahwa  keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada bagaimana proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.  Pemahaman  seorang pendidik terhadap hakikat pembelajaran akan sangat mempengaruhi caranya  dalam mengajar.
Berikut ini  ada beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli:
a.    Achjar Chalil
Pembelajaran adalah proses interaksi  peserta didik dengan pendidikk dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
b.    Corey
Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seeorang  secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus.
c.    Munif Chatib
Pembelajaran adalah  proses transfer ilmu dua arah, antara guru sebagai pemberi informasi dan siswa sebagai  penerima informasi. (www/http://carapedia.com. Developed By JogjaCamp)
d.    Gagne dalam Suparman (2001) menatakan bahwa pembelajran adalah suatu sistem dimana komponen-komponen yang terdapat didalamnya saling berinteraksi, berinterelasi dan bersinergi dalam mencai tujuan yang telah ditetapkan.
Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah
proses interaksi, interelasi dan sinergi  peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar sebagai upaya transfer ilmu dua arah dalam suatu sistem yang dilakukan dengan sengaja dan dikelola  untuk mencapai tujuan yang ditentukan.
Definisi  di atas mengandung beberapa faktor  kunci dari sebuah pembelajaran yaitu ;
1)    Merupakan suatu proses/sistem  iteraksi, interelasi, sinergi dan pengelolaan lingkungan serta  transfer  ilmu
2)    Adanya Komonen-komponen yang terdapat dalam proses tersebut yaitu peserta didik/ siswa, Pendidik/ pemberi informassi, Ilmu/ Pesan;
3)    Adanya Tujuan yang ingin dicapai yaitu perubahan tingkahlaku pada kondisi-kondisi khusus.

E.   PEMBAHASAN
Lembaga Diklat pemerintah merupakan lembaga yang bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan pendidikan dan pelatihan. Tanggungjawab tersebut dilakukan melalui perencanan, pengorganisasian, pelaksanaan dan control/ eva;uasi.
Unsur-unsur manajeman  (POAC) pada Lembaga Diklat Pemerintah sekurang-kurangnya  dilaksanakan oleh dua bagian utama sebagai pengelola diklat yaitu Pertama  Bagian Program dan evaluasi bertugas merencanakan kegiatan diklat, menyusun kurikulum, melaksanakan evaluasi. Kedua adalah Bagian Penyelenggaraan Diklat  tugasnya adalah sebagai penanggungjawab terselenggaranya kegiatan diklat mulai dari persiapan, pelaksanaan dan pengendalian.
Kedua Bidang tersebut diatas dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh tenaga  kependidikan (widyaiswara) sebagai pejabat fungsional yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk mendidik, mengajar dan/atau melatih PNS pada Lembaga Diklat Pemerintah.
Menurut Permen PAN nomor 14 tahun 2009,  Tugas Widyaiswara yang terkait dengan pengembangan dan pelaksanaan Diklat adalah ; penganalisisan kebutuhan Diklat; penyusunan kurikulum Diklat; penyusunan bahan Diklat sesuai spesialisasinya; pelaksanaan tatap muka di depan kelas Diklat sesuai spesialisasinya; pemeriksaan ujian Diklat sesuai spesialisasinya; pembimbingan peserta Diklat pada Diklat Struktural sesuai spesialisasinya; pengelolaan program Diklat di instansinya; dan pengevaluasian program Diklat.
Dari beberapa tugas widyaiswara di atas ada  kegiatan yang sangat berkaitan dengan pembelajaran sebagai Proses interaksi, interelasi dan sinergi  peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar sebagai upaya transfer ilmu dua arah dalam suatu sistem yang dilakukan dengan sengaja dan dikelola  untuk mencapai tujuan yang ditentukan. Tugas dimaksud adalah; Melaksanaan tatap muka di depan kelas.
Tatap muka di depan kelas merupakan  core dalam proses pembelajaran sebab  keberhasilan transfer dan transform knowledge, skill dan attitude pada peserta diklat  sangat ditentukan oleh kegiatan tatap muka tersebut. Dengan istilah lain dapat dikatakan bahwa kualitas tatap muka merupakan cerminan  kualitas pembelajaran.
Meskipun demikian tatap muka bukan satu-satunya faktor penentu kualitas pembelajaran sebab ada beberapa kegiatan yang  harus dilakukan oleh Widyaiswara dalam mempersiapkan  tatap muka yaitu;
1)    Menyiapkan disain pembelajaran
Disain pembelajaran merupakan  kisi-kisi (blueprin) dari penerapan teori belajar dan pembelajaran untuk memfasilitasi proses belajar (Reigeluth dikutib oleh Purwadilaga; 2007)
Pengertian diatas menggambarkan tentang fungsi desain pembelajaran sebagai kisi-kisi sebagai panduan bagi widyaiswara dalam menyampaikan materi diklat agar terstruktur/ sistematis, terarah tepat sasaran sesuati tujuan  dalam waktu yang telah ditentukan.
Oleh karena itu agar disain pembelajaran dapat berfungsi secara optimal maka Widyaiswara yang berperan  selaku perancang (disigner) harus  melakukan langkah-langkah analisah secara kritis terhadap Pebelajar (Peserta Diklat), Tujuan Pembelajaran; Metode Pembelajaran dan Evaluasi.(Kemp. Morrison & Ros; 1994)
2)    Transver dan tranform knowledge, skill dan attitude
Tujuan  belajar adalah terjadinya perubahan pada pebelajar secara permanen. Hal ini akan tercapai manakala didukung proses pembelajaran yang efektif.
Efektifitas pembelajaran  bisa dilaksanakan apabila terjadinya proses interaksi, interelasi dan sinergi  peserta didik dengan pendidik (widyaiswara) dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar secara harmosis.
Harmonisasi antara komponen pembelajaran harus diciptakan melalui kegiatan yang berorientasi pada kebutuhan dan perlakuan terhadap  pesertadiklat. Olehkarena peserta diklat adalah orang dewasa maka pendekatannya juga harus menggunakan  andragogy.
Menurut Knowles (1984) ada 6 (enam) asumsi terhadap peseta diklat orang dewasa yaitu; The Need to Know; The Leaner Self Concept; The Role of Leaner’s Experience;Readiness to Learn; Orientation to Learning; Motivation.
Berdaserkan asumsi tersebut maka Efektifitas hasil belajar  orang dewasa sangat ditentukan oleh kualitas pembelajaran yang berlangsung. Untuk itu yang menentukan kualitas pembelajaran dalam sebuah diklat  sangat dipengaruhi oleh perang yang dimainkan oleh widyaiswara.
Oleh karena peserta  diklat adalah orang dewasa maka dalam proses pembelajaran widyaiswara seyogyanya berperan dapat berperan sebagai :
a.    Perencana (planner) yang harus mempersiapkan apa yang akan dilakukan di dalam proses belajar mengajar (pre-teaching problems).;
b.    Pelaksana (organizer), yang harus dapat menciptakan situasi, memimpin, merangsang, menggerakkan, dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana, di mana ia bertindak sebagai orang sumber (resource person), konsultan kepemimpinan yang bijaksana dalam arti demokratik & humanistik (manusiawi) selama proses berlangsung (during teaching problems)..
c.    Inspirator, Widyaiswara harus dapat memberikan ilham yang baik bagi kemajuan anak didik. Widyaiswara harus dapat memberi petunjuk (ilham) bagaimana cara belajar yang baik.
d.    Motivator, Widyaiswara hendaknya dapat mendorong anak didik agar bergairah dan aktif belajar. Peran ini sangat penting dalam interaksi edukatif.
e.    Fasilitator, Widyaiswara hendaknya dapat menyediakan fasilitas yang memungkinkan kemudahan kegitan belajar, menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan.

F.    KESIMPULAN
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ;
1.    Peningkatan Kualitas  pembelajaran  dapat  dilakukan melalui
a.    Mengefektifkan fungsi manajemen pengelola diklat (POAC). Keempat unsur tersebut harus dilaksanakan secara integral, simultan dan holistik dengan menerapkan asas koordinasi, sinkronisasi dan integrasi dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing.
b.    Bidang Program dan  Penyelenggara Diklat harus mendukung kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh widyaiswara;
c.    Tersedianya Disain pembelajaran yang representatif dan berkualitas  sebagai panduan bagi widyaiswara melaksanakan proses  pembelajaran.
2.      Dalam meningkatkan Kualitas pembelajaran di Lembaga Diklat Pemerintah widyaiswara berperan sebagai; Perancang Pembelajaran (Designer),  Perencana (planner), Pelaksana (organizer), Inspirator,  Motivator, Fasilitator.

G.   PENUTUP
Alhamdulillah makalah ini dapat diselesaikan semoga bermanfaat bagi para pembaca. Dan Saya menyadai bahwa  dalam tulisan ini masih banyak kekurangan baik dari segi contain/isi  maupun tata cara penulisannya oleh karena itu saran dan kritik pembaca sangat  kami harapkan  sebagai upaya penyempurnaan. Terimakasih atas saran dan masukannya semoga semuanya menjadi kebajikan yang dibalas oleh Allah dengan  kebaikan yang  berlimpah. Amin.

DAFTAR PUSTAKA

Purwiradilaga, Prinsip Disain Pembelajaran, Kencana (Prenada Media Group); Jakarta; 2007
Peraturan Menteri Pendayagunaan aparatur Negara Nomor 14 Tahun 2009 Tentang jabatan Fungsional Widyaiswara
Kemp, Jerrold E., Gary R. Marrison, and Steven Ros, Designing Effective Instruction; MacMillan College Publ. Co; New York; 1994.
Knowles, M.et al., Andragogy in Action; Applying Modern Principles of Adult Education, Jossey Bass, San Fransisco, 1984.
(www/http://carapedia.com. Developed By JogjaCamp)
print this page Cetak

3 komentar:

saya share ya di link ini ya --> http://martinberbagi.blogspot.com/2014/09/peran-widyaiswaradalam-meningkatkan.html#more

Alhamdullilah.., dapat mencerahkan

Alhamdullilah.., dapat mencerahkan

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 

Roam to Rome Blog- Moving to Italy, Travel, Studying in Italy.